Halo, Ayah, Bunda, dan teman-teman semua! Pernahkah merasa setelah kita melakukan suatu kebaikanβmisalnya rajin beribadah, sedekah, atau sukses mendidik anakβtiba-tiba muncul bisikan di hati kecil kita: "Wah, aku hebat ya, nggak kayak si itu..."?
Nah, perasaan seperti itu ternyata adalah tantangan batin yang paling besar. Ada sebuah nasihat bijak dalam bahasa Jawa yang sangat menyentuh hati:
"Tirakat sing paling angel niku, Njogo ati ben mboten rumongso dados uwong sing paling apik sangking wong liyo."
Artinya: "Perjuangan batin (tirakat) yang paling sulit itu adalah menjaga hati agar tidak merasa menjadi orang yang paling baik dibandingkan orang lain."
Mari kita bedah pelan-pelan dengan bahasa yang lebih sederhana, ya.
Apa Itu 'Tirakat' di Zaman Sekarang?
Kalau dulu orang menganggap tirakat itu harus bertapa atau tidak tidur semalaman, sebenarnya tirakat yang paling relevan buat kita sehari-hari adalah menjaga kebersihan hati.
Seringkali, musuh terbesar kita bukan orang lain, melainkan ego kita sendiri. Saat kita merasa sudah "sholeh/sholehah", sudah jadi "ibu yang sempurna", atau "siswa yang paling pintar", di situlah ujian sesungguhnya datang.
Kenapa Menjaga Hati Itu Sulit?
- Penyakit Hati yang Halus: Rasa sombong itu seringkali masuk tanpa permisi. Dia datang bukan saat kita berbuat jahat, tapi justru saat kita berbuat baik.
- Suka Membandingkan: Kita sering melihat kekurangan orang lain tapi lupa kalau kita juga punya segudang kekurangan yang mungkin cuma Tuhan yang tahu.
- Haus Pujian: Secara alami, manusia suka dianggap lebih unggul. Melawan rasa ingin "pamer" batiniah ini butuh tenaga ekstra.
Cara Sederhana Agar Tetap Rendah Hati
Bagaimana cara mengamalkan pesan di gambar tadi dalam kehidupan sehari-hari? Berikut tips sederhananya:
- Ingatlah "Di Atas Langit Ada Langit": Sebaik apa pun kita, pasti ada orang lain yang lebih baik. Dan di atas segalanya, semua kebaikan kita hanyalah titipan dari-Nya.
- Fokus pada Cermin Sendiri: Daripada sibuk menilai kurangnya tetangga atau teman, lebih baik gunakan waktu untuk memperbaiki diri sendiri.
- Lihat Sisi Baik Orang Lain: Setiap orang punya perjuangan yang tidak kita ketahui. Mungkin mereka belum bisa serajin kita, tapi mereka punya kebaikan lain yang tidak kita miliki.
Penutup
Menjadi orang baik itu penting, tapi merasa diri paling baik itu yang berbahaya. Mari kita belajar bersama-sama untuk terus berbuat baik tanpa harus merasa lebih tinggi dari siapa pun. Karena pada akhirnya, yang paling mulia adalah mereka yang paling rendah hati.
Semoga hari ini hati kita tetap tenang, damai, dan dijauhkan dari rasa sombong. Semangat berbenah diri, ya!