Halo, Ayah, Bunda, dan teman-teman semua! Pernahkah Anda merasa bahwa hidup yang Anda jalani sekarang terasa cukup mudah dan nyaman? Atau sebaliknya, apakah Anda sedang merasa lelah karena harus bekerja keras banting tulang setiap hari?
Ada sebuah pepatah bijak dalam budaya Jawa yang baru saja saya temukan, dan rasanya sangat dalam maknanya untuk kita semua. Kalimatnya begini:
"Yen uripmu saiki penak, berati iku tirakate wong tuamu, tapi yen saiki uripmu rekoso, berati iku tirakatmu kanggo anak turunmu."
Artinya kurang lebih: Jika hidupmu sekarang terasa enak, itu berkat perjuangan spiritual (tirakat) orang tuamu. Namun, jika sekarang hidupmu terasa berat, itu adalah perjuanganmu untuk masa depan anak cucumu.
Mari kita bedah maknanya dengan bahasa yang lebih sederhana yuk!
1. Saat Hidup Terasa "Enak", Ada Doa yang Menopang
Mungkin saat ini kita punya pekerjaan yang baik, rumah yang nyaman, atau anak-anak yang sekolahnya lancar. Seringkali kita merasa itu murni karena kepintaran kita.
Tapi coba ingat kembali, mungkin dulu Ibu kita sering berpuasa demi kesuksesan kita. Mungkin Ayah kita diam-diam sering bangun malam untuk mendoakan keselamatan kita. Itulah yang disebut Tirakat. Kesenangan yang kita nikmati hari ini adalah "tabungan" doa dan prihatin yang dilakukan orang tua kita puluhan tahun lalu.
2. Saat Hidup Terasa "Berat", Kita Sedang Menabung
Nah, bagaimana buat Anda yang sekarang merasa hidup lagi susah-susahnya? Mencari uang sulit, harus berhemat luar biasa, dan merasa lelah secara fisik maupun batin.
Jangan berkecil hati ya. Pandanglah rasa lelah itu sebagai investasi. Setiap keringat yang jatuh dan setiap keinginan yang Anda tahan hari ini demi menyekolahkan anak, sebenarnya adalah cara Anda "membukakan jalan" agar nantinya hidup anak-anak Anda lebih ringan dari hidup Anda sekarang.
3. Apa yang Bisa Kita Lakukan?
- Untuk yang sedang nyaman: Jangan lupa berterima kasih dan mendoakan orang tua. Gunakan kemudahan hidupmu untuk membantu orang lain.
- Untuk yang sedang berjuang: Tetaplah sabar dan ikhlas. Ingatlah bahwa perjuanganmu tidak akan sia-sia. Tuhan mencatat setiap lelahmu sebagai berkah bagi keturunanmu kelak.
Jadi, apa pun posisi kita saat ini, mari jalani dengan hati yang lapang. Karena tidak ada perjuangan yang sia-sia di mata Tuhan, terutama perjuangan seorang tua untuk keluarganya.
Tetap semangat ya, Sahabat!