cat posts/sudah-benarkah-cara-kita-berusaha-yuk-be.md

Sudah Benarkah Cara Kita Berusaha? Yuk, Belajar 'Seni Memperbaiki Diri' lewat Nasihat Sederhana Ini

📅 06 August 2026, 20:24 WIB | 📂 Inspirasi & Refleksi
#Refleksi Diri #Gaya Hidup #Motivasi #Keluarga #Belajar
─────────────────────────────────────────────────

Halo, Teman Baik!

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Ibu yang sedang merapikan rumah, Ayah yang sedang beristirahat sepulang kerja, dan adik-adik yang sedang bersiap belajar, selalu dalam keadaan sehat dan bahagia, ya.

Pernah tidak, kita merasa sudah melakukan segalanya dengan benar, tapi kok rasanya masih ada yang mengganjal?

  • "Saya sudah minta maaf, tapi kok hati belum tenang?"
  • "Saya sudah belajar/bekerja keras, tapi kok hasilnya begini saja?"
  • "Saya tahu teorinya, tapi kok praktiknya susah sekali?"

Nah, baru-baru ini ada sebuah kutipan indah dalam bahasa Jawa halus dari Gus Majid yang viral di media sosial. Kalimatnya sangat singkat, tapi kalau diresapi, maknanya dalam sekali dan cocok untuk refleksi kita sehari-hari.

Kutipan itu berbunyi:

"Istighfar e perlu di-istighfari. Ikhtiar e perlu di-ikhtiari. Ilmune perlu di-ilmoni."

Terdengar sedikit membingungkan? Tenang, mari kita kupas satu per satu dengan bahasa yang paling santai sambil ditemani secangkir teh hangat!


1. "Istighfar e perlu di-istighfari" (Meminta Maaf atas Cara Kita Meminta Maaf)

Sebagai orang awam, kita tentu sering mengucap "Astaghfirullah" (memohon ampun/istighfar) saat berbuat salah. Tapi, coba kita jujur pada diri sendiri:

  • Apakah kita beristighfar hanya di bibir saja sambil pikiran melayang ke mana-mana?
  • Atau jangan-jangan, kita beristighfar tapi dalam hati masih merasa lebih baik dari orang lain?

Ibarat kita menyapu lantai kotor dengan sapu yang juga kotor, lantainya tidak akan bersih, malah makin keruh. Nasihat ini mengingatkan kita untuk memperbaiki cara kita meminta ampun. Mintalah ampun dengan hati yang tulus dan sadar penuh, bukan sekadar rutinitas tanpa makna.

2. "Ikhtiar e perlu di-ikhtiari" (Berusaha untuk Memperbaiki Usaha Kita)

Ikhtiar artinya usaha. Kita semua pasti sedang mengusahakan sesuatu. Ibu rumah tangga berusaha mengelola keuangan dapur, anak sekolah berusaha mendapat nilai bagus, dan Ayah bekerja keras mencari nafkah.

Namun, terkadang usaha kita masih setengah-setengah:

  • Anak sekolah pengen pintar, tapi belajarnya cuma 5 menit, main game-nya 3 jam.
  • Kita ingin dagangan laris, tapi pelayanan kita kurang ramah.

"Ikhtiar yang perlu di-ikhtiari" artinya kita harus berusaha memperbaiki kualitas usaha kita. Jangan asal gerak, tapi rencanakan dengan baik, lakukan dengan sungguh-sungguh, dan jangan mudah menyerah. Usahakan usaha kita itu berada di jalan yang benar.

3. "Ilmune perlu di-ilmoni" (Mempraktikkan Ilmu dengan Cara yang Benar)

Kita hidup di zaman informasi. Kita tahu banyak hal hanya lewat sekali klik di ponsel:

  • Ibu-ibu tahu resep makanan sehat dari internet.
  • Kita tahu bahwa sabar itu baik dan marah-marah itu buruk.

Tapi pertanyaannya: Apakah ilmu itu sudah kita pakai?

Punya resep kue paling enak sedunia tidak akan membuat kita kenyang kalau kuenya tidak pernah dipanggang. Punya ilmu tentang kesabaran tidak ada gunanya kalau kita masih hobi mengomeli anak atau tetangga karena hal sepele.

"Ilmu perlu di-ilmoni" artinya ilmu yang kita miliki harus dihidupkan dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan cuma disimpan di dalam kepala.


Kesimpulan: Seperti Lilin Kecil di Tengah Kegelapan

Teman Baik, jika kita melihat gambar korek api yang menyala di tengah kegelapan, kita diingatkan bahwa untuk menerangi ruangan yang gelap gulita, kita tidak butuh langsung matahari yang besar. Cukup satu percikan api kecil yang konsisten.

Begitu juga dengan diri kita. Mari kita mulai hari ini dengan memperbaiki tiga hal sederhana:

  1. Gunakan hati saat beribadah dan meminta maaf.
  2. Berusahalah lebih sungguh-sungguh dalam pekerjaan atau tugas sekolah kita.
  3. Praktikkan hal baik yang sudah kita ketahui, sekecil apa pun itu.

Semoga obrolan singkat kita hari ini bisa menjadi pemantik semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin, ya!

Sampai jumpa di cerita hangat berikutnya!