Pernahkah Anda Merasa Kecewa Karena Sebuah Rencana Gagal?
Halo Ayah, Bunda, dan teman-teman semua. Pernahkah kita merasa sudah berusaha mati-matian, berdoa siang malam, tapi hasilnya tetap tidak sesuai harapan?
Rasanya sedih ya? Mungkin ada yang gagal mendapatkan pekerjaan impian, anak kita belum berhasil masuk sekolah favorit, atau dagangan hari ini belum laku seperti biasanya. Di saat-saat seperti itu, wajar jika hati merasa sesak dan bertanya-tanya, "Kenapa ya, Tuhan belum mengizinkan?"
Nah, ada sebuah kalimat indah dari seorang ulama besar bernama Syekh Ibnu Atha'illah Sakandari yang bisa menjadi obat penawar luka hati kita:
"Boleh jadi Allah menghalangimu dari suatu anugerah, kemudian Ia memberimu anugerah yang lain."
Mari kita bedah pelan-pelan maksudnya dengan bahasa yang sederhana.
Seperti Orang Tua yang Menyayangi Anaknya
Bayangkan seorang anak kecil yang merengek meminta pisau tajam karena terlihat berkilau dan menarik. Sebagai orang tua yang sayang, apakah Bunda akan memberikannya? Tentu tidak, bukan? Bunda akan menahan atau menyembunyikan pisau itu.
Si anak mungkin akan menangis keras, menganggap Bundanya jahat atau pelit. Padahal, Bunda sedang melindungi si anak dari luka. Lalu, sebagai gantinya, Bunda memberikan mainan yang jauh lebih aman dan menyenangkan.
Begitulah cara Allah bekerja pada kita. Seringkali kita meminta sesuatu yang kita pikir baik untuk kita, padahal Allah yang Maha Tahu melihat ada bahaya di baliknya. Allah "menghalangi" kita bukan karena ingin menyiksa, tapi karena Ia sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.
Ketika Satu Pintu Tertutup, Jendela Lain Terbuka
Seringkali, "penolakan" dari Allah sebenarnya adalah bentuk kasih sayang-Nya yang tersembunyi.
- Mungkin Anda gagal naik jabatan tahun ini, karena Allah ingin Anda punya lebih banyak waktu bersama anak-anak di rumah yang sedang masa pertumbuhan.
- Mungkin rencana liburan yang batal adalah cara Allah menyelamatkan Anda dari musibah di perjalanan.
- Mungkin kegagalan bisnis yang sekarang adalah cara Allah mengajarkan Anda ilmu baru agar nanti bisa membangun bisnis yang jauh lebih besar dan berkah.
Belajar Berprasangka Baik
Teman-teman, tugas kita sebagai manusia hanyalah berikhtiar dan berdoa. Namun, keputusan akhir ada di tangan Allah yang paling tahu masa depan kita.
Jika hari ini keinginanmu belum terwujud, jangan langsung berkecil hati. Tarik napas dalam-dalam, tersenyumlah, dan katakan dalam hati: "Mungkin bukan sekarang, atau mungkin Allah punya yang lebih baik untukku."
Sabar itu bukan hanya diam, tapi tetap melangkah dengan penuh harapan bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang sudah mengantre untuk menghampiri kita.
Tetap semangat ya, Sahabat semua! Percayalah, rencana Sang Pencipta tidak pernah salah alamat.