Pernahkah Anda berada di posisi ini?
Sebagai seorang Ibu, sudah lelah masak seharian dan merapikan rumah, tapi anggota keluarga langsung tidur begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih.
Sebagai anak sekolah atau mahasiswa, sudah membantu teman mati-matian mengerjakan tugas, tapi begitu selesai, kita seperti dilupakan.
Rasanya sesak dan lelah ya? Wajar sekali jika kita merasa sedih saat usaha kita tidak dihargai. Namun, terus-menerus berharap pada penilaian orang lain justru akan membuat kita lelah mental.
Ada sebuah kutipan indah yang sangat menyejukkan hati:
"Kalau sekedar urusan dihargai atau tidak, bagiku tidak terlalu penting. Yang terpenting aku sudah berusaha semampuku dan tujuanku baik, selebihnya itu kesadaranmu."
Mari kita bedah pelan-pelan nasihat sederhana ini agar hidup kita bisa lebih tenang dan bahagia.
1. Fokus pada Apa yang Bisa Kita Kendalikan
Di dunia ini, ada hal-hal yang bisa kita kontrol, dan ada yang sama sekali di luar kendali kita.
- Yang bisa kita kontrol: Niat kita, usaha kita, dan kebaikan yang kita berikan.
- Yang tidak bisa kita kontrol: Bagaimana respon orang lain, ucapan terima kasih mereka, atau penghargaan mereka kepada kita.
Saat kita memasak makanan yang enak dengan niat menyenangkan keluarga, tugas kita selesai sampai di situ. Urusan mereka memuji atau tidak, itu sudah di luar kendali kita. Ketika kita menggeser fokus pada "proses memberi" bukan "mengharapkan kembali", di situlah kedamaian bermula.
2. Berusaha Semampunya, Bukan Sempurnanya
Kutipan di atas mengingatkan kita: "Yang terpenting aku sudah berusaha semampuku..."
Kita tidak perlu menjadi manusia super yang sempurna tanpa cela. Cukup lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan hari ini. Jika hari ini sebagai Ibu kita hanya sempat menyapu lantai tanpa sempat mengepel, tidak apa-apa. Jika sebagai pelajar kita sudah belajar jujur walau nilainya belum sempurna, itu sudah luar biasa.
3. Lepaskan Beban: "Selebihnya Itu Kesadaranmu"
Kalimat penutup dari kutipan ini adalah kunci keikhlasan yang sesungguhnya. Ketika kita sudah berbuat baik, lalu orang lain tidak tahu berterima kasih atau malah memanfaatkan kita, ingatlah: itu bukan cerminan harga diri kita, melainkan cerminan karakter mereka.
Kesadaran untuk menghargai orang lain adalah urusan pribadi mereka dengan hatinya sendiri. Kita tidak punya kewajiban untuk mendidik semua orang agar tahu cara berterima kasih.
Yuk, Mulai Hari Ini...
Mari kita kurangi beban di pundak kita. Berbuat baiklah karena kita memang ingin menjadi orang baik, bukan karena ingin dipuji.
- Untuk para Ibu hebat di rumah, setiap keringatmu adalah cinta yang nyata, ada atau tanpa pujian.
- Untuk anak-anak sekolah yang sedang berjuang, kebaikan dan kejujuranmu akan membentuk masa depanmu yang cerah, peduli amat apa kata orang lain.
Tetaplah menjadi lilin yang menerangi sekitar, bukan untuk dipuji indahnya, tapi karena memang itulah tugas sebuah cahaya. Tetap semangat dan jaga kedamaian hatimu ya!