Menemukan Harta Karun di Lembaran Usang
Seringkali saat kita sedang membersihkan loteng atau membongkar lemari tua milik kakek atau nenek, kita menemukan buku-buku dengan kertas kecokelatan yang baunya sangat khas. Kertasnya rapuh, tapi isinya penuh dengan misteri.
Salah satunya adalah gambar yang baru saja kita lihat ini. Bagi orang awam, ini mungkin terlihat seperti coretan biasa atau tulisan yang sulit dibaca. Tapi sebenarnya, ini adalah jendela menuju masa lalu.
Apa Sih Tulisan Itu?
Kalau Anda perhatikan, tulisannya menggunakan huruf Arab, tapi jika dieja, bunyinya adalah bahasa Melayu atau bahasa daerah kita. Orang tua zaman dulu menyebutnya tulisan Jawi atau Pegon.
Kenapa mereka memakainya? Karena dulu, sebelum alfabet (A-B-C) populer seperti sekarang, kakek buyut kita menggunakan huruf ini untuk menulis segala hal, mulai dari resep masakan, doa, hingga ilmu bela diri.
Gambar 'Orang-orangan' yang Unik
Di bagian atas, ada gambar garis-garis yang membentuk seperti sosok manusia yang sedang berdiri kokoh. Dalam tradisi kuno Nusantara, ini disebut sebagai Rajah atau diagram simbolis.
Bukan sekadar coretan, gambar ini berfungsi seperti infografis zaman dulu. Ia mencoba menggambarkan posisi tubuh atau 'sikap' seseorang agar memiliki jiwa dan raga yang kuat. Bayangkan ini seperti tutorial di YouTube, tapi versi kertas kuno!
Pesan di Baliknya: Menjadi Pribadi yang Tangkas
Mari kita intip sedikit artinya. Kalimatnya dibuka dengan kalimat mulia:
"Bismillahir Rahmanir Rahim" (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Lalu diikuti dengan kalimat yang kurang lebih berbunyi: "Sifatku seorang yang tangkas..."
Pesan ini sangat sederhana tapi dalam. Kakek buyut kita ingin berpesan bahwa menjadi manusia itu harus:
- Tangkas: Cekatan dalam bekerja dan membantu orang lain.
- Kuat: Tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah rumah tangga atau sekolah.
- Sadar Diri: Tahu posisi dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah.
Mengapa Ini Penting untuk Kita Sekarang?
Di zaman yang serba digital ini, melihat naskah seperti ini mengingatkan kita bahwa kita punya akar budaya yang hebat. Kita diajarkan untuk tidak hanya pintar secara otak, tapi juga kuat secara mental dan spiritual.
Jadi, jika suatu saat Ayah, Ibu, atau adik-adik menemukan buku tua seperti ini, jangan dibuang ya! Simpanlah dengan baik. Itu adalah surat cinta dari masa lalu yang mengingatkan kita untuk selalu menjadi pribadi yang tangguh dan rendah hati.
Bagaimana menurut Anda? Apakah di rumah masih ada simpanan naskah kuno seperti ini? Yuk, cerita di kolom komentar!