Mengapa Pikiran Kita Sering Terasa Melelahkan?
Ayah, Bunda, dan teman-teman semua, pernah tidak merasa sedang duduk santai, tapi rasanya capek sekali? Padahal kita tidak sedang angkat-angkat barang berat atau lari maraton. Ternyata, yang lelah itu adalah pikiran kita.
Ibarat anak kecil yang sedang aktif-aktifnya, pikiran kita itu punya kecenderungan untuk 'liar' dan lari ke sana kemari kalau tidak kita ajak bicara baik-baik.
1. Sering 'Mundur' ke Masa Lalu (Penyesalan)
Pikiran kita suka sekali mengajak kita mundur ke belakang. Ia mulai membisikkan kata-kata seperti, "Duh, coba dulu saya nggak begini..." atau "Kenapa ya saya malah ambil keputusan itu?". Akhirnya, kita terjebak dalam rasa sesal yang tidak ada ujungnya.
Dalam Islam, masa lalu itu namanya Qadarullah. Artinya, semua sudah terjadi atas ketetapan Allah. Tugas kita bukan menyesalinya sampai sakit hati, tapi mengikhlaskannya. Apa yang sudah lewat, biarlah jadi pelajaran berharga.
2. Sering 'Melompat' ke Masa Depan (Kecemasan)
Kalau tidak ke belakang, pikiran kita hobi melompat jauh ke depan. Muncul rasa takut: "Nanti kalau uangnya kurang bagaimana?" atau "Gimana kalau nanti anak-anak tidak sukses?". Kita jadi cemas berlebihan pada hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi.
Padahal, masa depan adalah ranahnya Tawakkal. Kita cukup berikhtiar (berusaha) hari ini, lalu hasilnya kita serahkan sepenuhnya ke tangan Allah. Allah itu Maha Baik, Ia tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian.
Waspada Si 'Pencuri' Ketenangan
Tahukah teman-teman? Setan itu paling suka 'bermain' di dua area tadi. Ia membuat kita sedih dengan masa lalu dan membuat kita takut dengan masa depan. Tujuannya cuma satu: Mencuri kebahagiaan kita hari ini.
Apa yang bisa kita lakukan?
- Sadar saat pikiran mulai 'lari': Begitu kita mulai melamun sedih atau cemas, segera tarik nafas dalam-dalam.
- Ucapkan Alhamdulillah: Syukuri apa yang ada di depan mata sekarang. Secangkir teh hangat, senyum anak-anak, atau kesehatan yang masih ada.
- Fokus pada 'Hari Ini': Masa lalu sudah lewat, masa depan belum tiba. Yang kita punya hanyalah saat ini.
Mari kita latih pikiran kita agar lebih tenang. Karena hati yang tenang adalah kunci rumah tangga yang harmonis dan belajar yang lebih fokus. Semangat ya!