Pernahkah Bunda, Ayah, atau teman-teman sekalian terbangun di tengah malam lalu tiba-tiba kepikiran soal besok?
"Uang belanja cukup tidak ya sampai akhir bulan?" "Uang SPK anak bulan depan bayar pakai apa?" "Nanti setelah lulus sekolah, saya bisa kerja di mana ya?"
Rasa cemas seperti itu sangat manusiawi. Kita semua pasti pernah merasakannya. Namun, mari kita tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan, dan dengarkan sebuah pesan indah yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 6 ini:
"Dan tidak ada satu pun makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah menjamin rezekinya."
Sebuah kalimat yang sederhana, tapi kalau kita resapi, rasanya seperti mendapat pelukan hangat yang menenangkan jiwa. Yuk, kita bedah bersama dengan bahasa yang santai!
1. Siapa Saja yang Dijamin?
Coba perhatikan kata "makhluk yang bergerak" pada ayat di atas. Ini artinya bukan cuma kita manusia, lho!
Semut hitam kecil yang berjalan di dalam tanah yang gelap, burung-burung yang terbang pagi hari tanpa tahu di mana ada ulat, hingga ikan-ikan di dasar samudra yang paling dalamβsemuanya sudah punya jatah makanannya masing-masing.
Jika semut yang kecil saja tidak pernah kelaparan karena salah alamat menerima rezeki, apalagi kita, manusia yang diciptakan sebagai makhluk paling mulia? Allah tidak akan pernah lupa pada hamba-Nya.
Rezeki Itu Bukan Cuma Uang
Seringkali kita salah mengartikan rezeki hanya sebatas angka di rekening atau uang di dalam dompet. Padahal, rezeki itu bentuknya bermacam-macam:
- Kesehatan: Bisa bernapas lega tanpa bantuan tabung oksigen.
- Keluarga: Senyuman hangat anak-anak saat kita pulang ke rumah.
- Kemudahan: Tetangga yang baik hati yang tiba-tiba mengantar sepiring kue.
2. Bagian Kita: Bergerak dan Berusaha (Ikhtiar)
Ada satu kata kunci menarik dalam ayat tersebut: "bergerak".
Ini adalah isyarat bahwa tugas kita adalah bergerak atau berusaha. Seperti burung yang keluar dari sarangnya di pagi hari. Burung itu tidak hanya diam di dahan menunggu makanan jatuh dari langit, ia terbang mengepakkan sayapnya.
- Untuk Ibu Rumah Tangga: Mengatur keuangan dengan bijak dan memasak dengan cinta adalah bentuk 'bergerak'.
- Untuk Anak Sekolah: Belajar dengan tekun dan rajin membantu orang tua adalah bentuk 'bergerak'.
- Untuk Para Pencari Nafkah: Bekerja dengan jujur adalah bentuk 'bergerak'.
Tugas kita hanya melakukan usaha terbaik yang kita bisa (ikhtiar). Urusan hasil? Itu adalah wilayah kekuasaan Allah yang sudah dijamin-Nya.
Mari Jalani Hari dengan Senyuman
Mulai hari ini, mari kita kurangi rasa cemas kita. Rasa cemas berlebih tidak akan mengubah masa depan, ia hanya akan merampas kedamaian kita hari ini.
Setiap kali rasa khawatir itu datang menyelinap, bisikkan pada diri sendiri:
"Tenang... rezekiku sudah dijamin. Tugasku hari ini hanya melangkah dan berbuat baik."
Selamat beraktivitas dengan hati yang lapang, semuanya! Semoga hari ini penuh berkah dan kebahagiaan untuk kita semua.
Bagikan tulisan ini ke grup WhatsApp keluarga atau teman dekatmu yang mungkin sedang butuh pelukan hangat lewat kata-kata hari ini, ya!