Pernahkah Ibu meminjamkan cetakan kue kesayangan kepada tetangga? Atau adik-adik sekalian, pernahkah meminjam buku komik milik teman sekolah?
Saat kita meminjam sesuatu, biasanya kita akan merawat barang tersebut dengan sangat hati-hati, bukan? Kita ingin mengembalikannya dalam keadaan bersih, utuh, dan tanpa cacat agar si pemilik merasa senang.
Nah, sadar atau tidak, kehidupan kita di dunia ini sebenarnya memiliki konsep yang persis sama.
Sebuah Doa Indah di Keheningan Malam
Beberapa waktu lalu, ada sebuah tulisan sederhana namun sangat menyentuh hati yang beredar di media sosial:
"Ya Allah, aku tak tahu berapa lama nyawa ini Engkau pinjamkan untuk raga ini. Andai suatu saat waktu telah tiba Engkau ambil hak-Mu kembali, tolong ambillah dalam keadaan Engkau ridhoi."
Kalimat ini begitu hangat, sekaligus mengingatkan kita pada satu kenyataan penting: napas yang kita hirup hari ini adalah sebuah pinjaman.
Hidup yang "Dipinjamkan": Bagaimana Kita Menjaganya?
Bagi kita yang sehari-hari sibuk dengan urusan rumah tangga, pekerjaan dapur, atau tugas sekolah yang menumpuk, terkadang kita lupa waktu berjalan begitu cepat. Kita lupa bahwa tubuh, waktu, dan sisa usia kita bukanlah milik kita selamanya.
Lalu, bagaimana cara terbaik merawat "barang pinjaman" dari Sang Pencipta ini agar saat dikembalikan nanti, Dia merasa rida?
1. Mulailah dari Kebaikan Kecil di Rumah
Bagi Ibu rumah tangga, menyiapkan makanan dengan senyuman atau menyapu rumah dengan ikhlas adalah cara menjaga "pinjaman" raga ini. Bagi anak sekolah, mendengarkan nasihat orang tua dan membantu teman adalah bentuk rasa syukur atas waktu yang dipinjamkan.
2. Sering-Sering Mengucap "Alhamdulillah"
Bersyukur membuat hal yang biasa terasa luar biasa. Setiap kali bangun di pagi hari, coba bisikkan pada diri sendiri, "Terima kasih ya Allah, hari ini aku masih dipinjamkan napas untuk memeluk keluargaku."
3. Bersihkan Hati Sebelum Tidur
Sebelum memejamkan mata di malam hari, maafkanlah orang-orang yang mungkin membuat kita kesal hari ini. Kita tidak pernah tahu apakah esok hari kita masih bisa terbangun. Melepas semua beban kekesalan membuat jiwa kita terasa ringan dan damai.
Menanti Kepulangan yang Indah
Mengingat akhir dari sebuah "pinjaman" tidak selalu harus terasa menyeramkan. Justru, ini adalah pengingat manis agar kita mengisi hari-hari kita dengan penuh kasih sayang dan pelukan hangat untuk orang-orang tercinta.
Bayangkan betapa indahnya ketika waktu "pengembalian" itu tiba, Sang Pemilik tersenyum senang karena kita telah merawat titipan-Nya dengan sangat baik.
Yuk, mulai hari ini, kita jaga raga dan jiwa ini dengan sebaik-baiknya. Selamat beraktivitas dengan hati yang damai, ya!