Halo Ayah, Bunda, Adik-adik, dan teman-teman semua!
Pernah tidak, saat sedang asyik bermain media sosial, tiba-tiba lewat video yang membahas tentang weton lahir? Misalnya seperti tulisan di gambar tadi: Sabtu Legi Tibo Pesthi, Sabtu Pahing Tibo Lara, atau Sabtu Pon Tibo Sri.
Bagi sebagian orang, istilah-istilah bahasa Jawa kuno ini terdengar membingungkan, ya? Bahkan kadang bikin kita bertanya-tanya, "Aduh, artinya bagus atau seram ya?"
Tenang, jangan khawatir! Hari ini, mari kita duduk santai sambil ngeteh, dan kita bedah arti istilah-istilah warisan budaya leluhur kita ini dengan bahasa yang super sederhana.
Apa Sih yang Dimaksud dengan "Tibo"?
Sebelum kita bahas satu per satu, kita perlu tahu dulu arti kata "Tibo". Dalam bahasa Jawa, tibo artinya jatuh. Namun, dalam perhitungan weton (Primbon Jawa), tibo di sini maksudnya adalah "jatuh pada ramalan/nasib tertentu" berdasarkan hitungan neptu (angka hari lahir).
Leluhur kita dulu menggunakan hitungan ini sebagai panduan atau pengingat dalam menjalani kehidupan. Yuk, kita lihat arti dari ketiga weton Sabtu yang ada di gambar:
1. Sabtu Legi (Tibo Pesthi)
Artinya: Jatuh pada Keharmonisan dan Kedamaian.
Bagi Anda atau si Kecil yang lahir pada Sabtu Legi, hitungannya jatuh pada kategori Pesthi.
- Maknanya: Dalam bahasa Jawa, pesthi itu artinya pasti, rukun, atau harmonis.
- Sederhananya: Orang yang lahir dengan weton ini diramalkan akan memiliki kehidupan rumah tangga atau hubungan yang adem ayem, tenang, dan minim pertengkaran. Kalaupun ada masalah, mereka biasanya cepat menyelesaikannya dengan kepala dingin. Seperti aliran air yang tenang, menyejukkan!
2. Sabtu Pahing (Tibo Lara)
Artinya: Jatuh pada Ujian atau Perjuangan.
Nah, untuk yang lahir di hari Sabtu Pahing, hitungannya jatuh pada Lara (dibaca: loro).
- Maknanya: Lara dalam bahasa Jawa berarti sakit atau sedih. Tapi, jangan takut dulu ya! Ini bukan berarti hidupnya akan terus-menerus menderita atau sakit-sakitan.
- Sederhananya: Ini adalah pengingat bahwa pemilik weton ini mungkin harus bekerja ekstra keras atau menghadapi beberapa rintangan terlebih dahulu sebelum mencapai kesuksesan. Istilahnya, "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian". Ujian ini justru melatih mereka menjadi pribadi yang sangat kuat, tangguh, dan penyabar.
3. Sabtu Pon (Tibo Sri)
Artinya: Jatuh pada Kemakmuran dan Rezeki.
Terakhir, bagi yang lahir di hari Sabtu Pon, hitungannya jatuh pada Sri.
- Maknanya: Sri melambangkan Dewi Sri, yaitu dewi padi yang melambangkan kemakmuran, pangan, dan keberuntungan.
- Sederhananya: Pemilik weton ini diramalkan memiliki kehidupan yang penuh keberuntungan, mudah mendapatkan rezeki, dan disukai banyak orang karena pembawaannya yang berwibawa. Rumah tangganya pun sering kali dipenuhi kecukupan dan kebahagiaan.
Sikap Kita Bagaimana?
Ayah, Bunda, dan teman-teman, ramalan weton ini adalah bagian dari kekayaan budaya nusantara kita. Kita bisa menyikapinya dengan bijak:
- Jika ramalannya baik (seperti Pesthi atau Sri): Jadikan ini sebagai doa, rasa syukur, dan motivasi untuk terus berbuat baik.
- Jika ramalannya kurang baik (seperti Lara): Jangan berkecil hati! Jadikan ini sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati, menjaga kesehatan, bekerja keras, dan tentunya semakin rajin berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebab bagaimanapun juga, penentu masa depan kita adalah kerja keras kita sendiri, kebaikan hati kita kepada sesama, dan tentu saja takdir dari Tuhan.
Apakah ada di antara keluarga Anda yang lahir di hari Sabtu di atas? Tulis di kolom komentar, ya! Sampai jumpa di artikel menarik berikutnya!