Pernahkah Anda Merasa Lelah karena Berharap?
Sebagai seorang ibu, orang tua, atau bahkan anak sekolah, kita pasti pernah merasakan yang namanya kecewa.
- Bunda mungkin pernah kecewa karena suami lupa hari penting, atau anak-anak tidak mendengarkan nasihat.
- Adik-adik sekolah mungkin pernah sedih karena sahabat karibnya tiba-tiba menjauh atau berubah sikap.
- Atau secara umum, kita kecewa karena rencana hidup kita tidak berjalan mulus sesuai keinginan.
Kenapa ya, rasa kecewa itu rasanya begitu menyesakkan dada?
Jawabannya ternyata sangat sederhana, namun sering kita lupakan. Mari kita belajar dari sebuah nasihat indah nan sejuk dari ulama besar, Syekh Abdul Qodir Jailani.
Nasihat Indah yang Menenangkan Hati
Dalam sebuah pesan bijaknya, beliau pernah berkata:
"Jangan jadikan manusia atau dunia tempat bergantung. Karena keduanya berubah dan pergi. Jadikan Allah satu-satunya tempatmu kembali."
Mari kita bedah kalimat ini dengan bahasa sehari-hari kita.
1. Manusia dan Dunia Itu Sifatnya 'Berubah'
Bayangkan kita sedang bersandar pada sebuah balon tiup yang besar. Rasanya empuk dan nyaman, bukan? Namun, apa yang terjadi jika balon itu tiba-tiba meletus atau kempes? Kita pasti akan jatuh terjungkal.
Begitulah analogi ketika kita menyandarkan harapan hidup kita sepenuhnya kepada manusia atau hal-hal duniawi (seperti uang, jabatan, atau pujian orang lain).
- Manusia bisa berubah: Hari ini mereka baik, besok bisa saja mereka sedang lelah atau emosi.
- Dunia bisa pergi: Hari ini kita punya uang, besok bisa saja ada kebutuhan mendadak yang menghabiskannya.
Ketika kita menggantungkan kebahagiaan kita pada hal yang tidak pasti, wajar saja jika hati kita sering merasa cemas dan kecewa.
2. Mencari 'Sandaran' yang Kokoh
Lalu, ke mana kita harus bersandar?
Syekh Abdul Qodir Jailani mengajak kita untuk mengalihkan sandaran hati kita kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Berbeda dengan manusia dan dunia, Tuhan tidak pernah berubah, tidak pernah tidur, dan tidak akan pernah meninggalkan kita.
Ketika kita meletakkan harapan tertinggi kita kepada-Nya, maka apa pun yang terjadi di dunia ini tidak akan membuat kita hancur.
- Saat urusan kita gagal, kita tidak akan stres berat karena tahu ada rencana Tuhan yang lebih baik.
- Saat orang lain mengecewakan kita, kita tidak akan dendam karena tahu sumber kebahagiaan sejati kita bukan dari pujian manusia.
Tips Praktis Menata Hati dalam Keseharian
Bagaimana cara mempraktikkan nasihat ini di rumah atau di sekolah?
- Awali Hari dengan 'Curhat' pada Tuhan: Sebelum mengeluh di media sosial atau bercerita kepada orang lain, sujudlah dulu. Sampaikan semua kekhawatiran kita kepada-Nya.
- Turunkan Ekspektasi pada Manusia: Berbuat baiklah kepada suami, anak, atau teman dengan tulus, tanpa terlalu berharap mereka harus membalasnya dengan cara yang sama. Biarkan Tuhan yang membalas kebaikan Anda.
- Latihan Ikhlas: Jika ada barang yang hilang, uang yang berkurang, atau rencana yang batal, katakan pada diri sendiri: "Ini semua titipan, dan semuanya pasti akan kembali pada-Nya."
Kesimpulan
Hidup ini akan terasa jauh lebih ringan saat kita berhenti meminta dunia untuk memuaskan hati kita. Mulai hari ini, yuk kita longgarkan genggaman kita pada dunia, dan kita kuatkan kaitan hati kita pada Sang Pencipta.
Semoga hari ini hati Bunda, Ayah, dan adik-adik sekalian dipenuhi dengan ketenangan dan kedamaian! 😊