Pernah Merasakan Hal yang Sama? Tenang, Anda Tidak Sendirian!
Halo Ayah, Bunda, dan teman-teman semua! Pernahkah Anda merasa aneh? Misalnya, setelah rajin beribadah, berdzikir, atau bermeditasi untuk menenangkan pikiran, kok rasanya badan malah jadi lebih 'segar' dan gairah atau nafsu birahi justru meningkat?
Banyak orang merasa malu atau bahkan takut kalau mereka berbuat salah. "Duh, ibadah saya kok malah bikin pikiran 'ngeres' ya?"
Eits, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri! Mari kita duduk santai sejenak dan bahas ini dengan bahasa yang paling sederhana. Ternyata, ada penjelasan yang sangat alami di baliknya.
1. Seperti Menyetrum Baterai yang Lemah
Bayangkan tubuh kita ini seperti sebuah HP. Selama ini, kita mungkin stres, lelah bekerja, dan banyak pikiran. Baterai kita 'drop'. Nah, saat kita duduk diam, berdzikir, atau meditasi, sebenarnya kita sedang mengecas baterai tersebut.
Ketika baterai sudah penuh, semua fungsi di HP akan berjalan lancar, bukan? Begitu juga tubuh manusia. Energi yang masuk saat kita tenang akan menghidupkan kembali fungsi-fungsi alami tubuh, termasuk hormon dan gairah. Itu tandanya tubuh Anda sedang sehat dan energinya sedang penuh!
2. Pipa yang Tersumbat Kini Mulai Lancar
Stres dan cemas itu ibarat kotoran yang menyumbat pipa air. Saat kita rajin meditasi atau dzikir, pikiran jadi tenang dan 'pipa-pipa' (pembuluh darah dan saraf) di tubuh kita jadi lebih rileks.
Ingat: Tubuh yang rileks adalah kunci dari munculnya rasa cinta dan kasih sayang fisik. Jadi, wajar sekali kalau setelah merasa damai, rasa sayang ke pasangan pun ikut meningkat.
3. Kita Jadi Lebih 'Peka'
Biasanya kita terlalu sibuk sampai tidak sempat mendengarkan tubuh sendiri. Saat kita rajin berdiam diri dalam ibadah, kita jadi lebih peka terhadap setiap sensasi di tubuh. Rasa lapar jadi lebih terasa, rasa kantuk lebih terasa, dan ya, keinginan biologis pun jadi lebih terasa karena kita tidak lagi 'mati rasa' akibat terlalu sibuk.
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?
Jangan merasa berdosa atau berhenti berdzikir. Ini adalah energi kehidupan yang diberikan Tuhan. Kuncinya adalah bagaimana kita menyalurkannya:
- Untuk yang sudah berkeluarga: Ini adalah bumbu indah untuk hubungan suami istri yang lebih harmonis. Gunakan energi ini untuk menambah kasih sayang.
- Untuk yang masih sekolah atau belum menikah: Salurkan energi 'segar' ini ke hal kreatif. Misalnya jadi lebih semangat belajar, olahraga, atau membantu orang tua di rumah.
Kesimpulannya: Kenaikan nafsu setelah ibadah atau meditasi itu bukan berarti ibadah kita gagal. Justru itu tanda kalau tubuh dan jiwa Anda sedang 'bangun' dan hidup kembali. Syukuri energinya, dan arahkan ke hal-hal yang baik ya!
Semoga tulisan singkat ini bisa membuat hati lebih tenang dan tidak lagi bertanya-tanya. Semangat terus ibadahnya!