Pernah Merasa Hidup Lagi Susah-Susahnya?
Halo, Sahabat semua! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga hati kita selalu dilapangkan oleh Allah, ya.
Pernah tidak, Bunda merasa sudah berusaha jadi orang baik, sudah rajin ibadah, tapi kok rasanya ujian datang bertubi-tubi? Kadang masalah anak, masalah dapur, atau masalah perasaan yang rasanya campur aduk.
Seringkali kita bertanya, "Ya Allah, kenapa sih hidup saya kok begini amat?"
Nah, kemarin saya membaca sebuah kalimat indah dari Imam Al-Harawi yang membuat saya merenung. Beliau berkata:
"Orang yang berjalan menuju Allah akan diuji. Tetapi orang yang dicintai Allah akan dibakar sampai tak tersisa apa pun selain Dia."
Kedengarannya agak seram ya kata "dibakar" itu? Tapi tunggu dulu, mari kita coba pahami dengan bahasa yang lebih sederhana.
Rahasia di Balik 'Pembakaran' Itu
Coba bayangkan kalau kita punya sebongkah emas mentah yang baru diambil dari tambang. Bentuknya kusam, penuh lumpur, dan tercampur dengan batuan lain. Supaya emas itu jadi murni, berkilau, dan mahal harganya, emas itu tidak cuma dicuci pakai air sabun, Bunda.
Emas itu harus dibakar dalam api yang sangat panas. Tujuannya apa? Supaya semua kotoran yang menempel hilang, dan yang tersisa hanyalah emas murni yang cantik.
Begitu juga dengan kita. Kita ini seperti emas itu.
- Ujian sebagai Pengingat: Saat kita melangkah mendekat kepada Allah, Allah kasih 'tes' kecil supaya kita makin kuat.
- Ujian sebagai Pembersih: Saat Allah sangat mencintai kita, Dia ingin hati kita benar-benar bersih. Dia 'bakar' ego kita, Dia hilangkan rasa sombong kita, dan Dia lepaskan ketergantungan kita pada selain-Nya lewat ujian-ujian tersebut.
Tak Tersisa Selain 'Dia'
Apa maksudnya "sampai tak tersisa apa pun selain Dia"?
Artinya, Allah ingin agar di dalam hati kita, tidak ada lagi rasa takut kepada selain Allah, tidak ada lagi rasa berharap berlebihan kepada manusia, dan tidak ada lagi rasa cinta yang melebihi cinta kita kepada Sang Pencipta.
Jadi, kalau saat ini Bunda atau adik-adik merasa ujian hidup rasanya "panas" sekali, jangan berkecil hati. Bisa jadi itu tandanya Allah sedang menyaring hati kita. Allah ingin kita jadi pribadi yang luar biasa murni, yang kalau sedih larinya ke Allah, kalau senang bersyukurnya ke Allah.
Ujian itu bukan tanda Allah benci, tapi tanda Allah sedang fokus memperhatikan kita.
Tips Menghadapi 'Api' Kehidupan:
- Tarik Napas Dalam: Sadari bahwa ini adalah proses jadi 'emas'.
- Jangan Protes, Tapi Bertanya: Bukan bertanya "Kenapa saya?", tapi "Ya Allah, Engkau ingin aku belajar apa dari sini?"
- Sabar itu Indah: Percayalah, setelah proses pembakaran selesai, kita akan keluar menjadi manusia yang jauh lebih kuat dan tenang.
Tetap semangat ya, Sahabat! Kita semua sedang dalam proses menjadi versi terbaik di mata Allah.
Salam hangat,
Penulis Blogmu