Menyeduh Teh Hangat di Sore Hari dan Sebuah Cerita Tentang Harapan
Halo Sahabat! Bagaimana harinya hari ini? Semoga lelahnya setelah seharian beraktivitasβbaik itu Bunda yang selesai merapikan rumah, Ayah yang baru pulang kerja, atau adik-adik yang seharian belajar di sekolahβbisa terbayar dengan ketenangan di sore ini, ya.
Pernah tidak, sih, kita berada di satu titik di mana kita merasa: "Duh, masalah ini kayaknya nggak ada solusinya deh. Mustahil banget bisa selesai."
Mungkin bagi Bunda, itu adalah saat mengatur uang belanja yang semakin menipis. Bagi adik-adik, mungkin saat melihat soal ujian yang rasanya seperti bahasa planet lain. Kita semua pasti pernah merasa mentok.
Namun, beberapa waktu lalu, ada sebuah kalimat indah yang lewat di beranda media sosial, bunyinya seperti ini:
"Tetaplah berdoa meskipun bagimu itu mustahil, karena bagi Allah tidak ada yang mustahil dan Allah punya banyak cara untuk mengabulkannya."
Kalimat sederhana ini rasanya seperti pelukan hangat di kala kita sedang lelah-lelahan, bukan? Mari kita bedah bersama, kenapa kalimat ini begitu magis namun sangat masuk akal.
Mengapa Kita Sering Merasa "Mustahil"?
Sebagai manusia, pikiran kita ini terbatas. Kita hanya bisa melihat apa yang ada di depan mata. Kita sering menghitung kemampuan kita hanya berdasarkan isi dompet, sisa tenaga yang tersisa, atau bantuan dari orang-orang di sekitar kita.
Saat semua modal itu terlihat "kurang", otomatis otak kita langsung berteriak: "MUSTAHIL!"
Padahal, kita lupa satu hal penting. Kita punya Tuhan, Allah yang menggenggam semesta. Bagi-Nya, menciptakan bumi dan seisinya saja begitu mudah, apalagi hanya menyelesaikan masalah-masalah kecil di hidup kita.
Skenario Indah yang Tak Terduga
Mari kita bayangkan sebuah cerita sederhana.
Ada seorang anak kecil yang sangat ingin makan es krim, tetapi ia tahu ibunya sedang tidak memegang uang sama sekali. Anak itu sedih dan berpikir impiannya hari itu mustahil terwujud.
Namun, sore harinya, tiba-tiba sang paman datang berkunjung ke rumah dan membawakan sekotak besar es krim kesukaannya.
Si anak kecil tidak tahu bahwa ibunya punya banyak kerabat, dan jalan untuk mendapatkan es krim tidak harus selalu keluar dari dompet ibunya sendiri.
Begitulah cara Allah bekerja untuk kita:
- Lewat jalan memutar: Ketika pintu depan tertutup rapat, Allah bisa saja membukakan jendela belakang yang bahkan tidak kita ketahui keberadaannya.
- Lewat hati orang lain: Tiba-tiba ada teman lama yang menawarkan bantuan, atau ada tetangga yang mengetuk pintu membawa makanan hangat.
- Lewat kemudahan yang tak disangka: Ujian sekolah yang tadinya ditakuti setengah mati, ternyata soal-soalnya dipermudah dan bisa dijawab dengan lancar.
Yuk, Mulai "Ketuk Pintu" Lagi!
Jadi, mulai hari ini, yuk kita ubah kebiasaan kita. Saat rasa cemas mulai datang menyerang, jangan langsung menyerah dan murung. Coba lakukan tiga hal sederhana ini:
- Bicara apa adanya: Berdoa itu tidak perlu memakai bahasa yang rumit dan puitis. Bicaralah seperti sedang curhat kepada sahabat terbaik. Allah Maha Mendengar, bahkan bisikan lirih di dalam hati kita saat sedang mencuci piring atau menyapu lantai.
- Lepaskan hasilnya: Tugas kita hanyalah meminta dan berusaha sebaik mungkin. Urusan bagaimana cara mengabulkannya, biarkan itu menjadi "kejutan indah" dari-Nya.
- Tetap tersenyum: Percayalah, tidak ada doa yang sia-sia. Jika tidak dikabulkan sekarang, pasti sedang disimpan untuk waktu yang lebih tepat, atau diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik untuk kita.
Mulai sore ini, mari kita tarik napas dalam-dalam, embuskan perlahan, lalu berbisik dalam hati: "Ya Allah, aku titipkan rasa cemas ini pada-Mu. Aku tahu, bagi-Mu tidak ada yang mustahil."
Selamat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga tercinta, ya! Semoga esok hari membawa banyak kabar baik untuk kita semua.