Halo Sahabat! Apa kabarnya hari ini?
Semoga di sela-sela kesibukan kitaβbaik Ibu yang sedang melipat pakaian, Ayah yang baru pulang bekerja, adik-adik yang sedang istirahat sekolah, atau siapa pun Andaβselalu ada kedamaian di dalam hati.
Pernahkah suatu hari Anda tiba-tiba merasa bersalah? Mungkin karena sudah lama tidak beribadah dengan khusyuk, atau merasa hari-hari kita terlalu sibuk dengan urusan dunia sampai lupa meluangkan waktu untuk mengadu pada-Nya.
Ada kalanya kita merasa, "Ah, aku sudah terlalu jauh melangkah ke arah yang salah. Tuhan pasti kecewa padaku."
Jika perasaan itu sedang mampir di hati Anda, yuk kita tarik napas dalam-dalam, embuskan perlahan, dan renungkan kalimat indah ini:
"Tak peduli sudah berapa langkah kau menjauh dari-Nya, kau hanya butuh satu langkah untuk kembali ke jalan-Nya."
Menjauh Itu Melelahkan, tapi Pulang Itu Sangat Mudah
Bayangkan kita sedang berjalan-jalan di dalam hutan. Tanpa sadar, kita berjalan terlalu jauh hingga tersesat sejauh 10 kilometer. Untuk kembali ke titik awal, logika kita pasti berpikir kita harus berjalan kaki lagi sejauh 10 kilometer, bukan? Sungguh membayangkan jaraknya saja sudah membuat kaki kita terasa pegal dan lelah.
Tapi, tahukah Anda? Aturan main dengan Tuhan tidak seperti itu.
Sebanyak apa pun kesalahan kita, sejauh apa pun kita melangkah pergi karena sibuk dengan urusan duniawi, kita tidak perlu melewati proses yang rumit dan melelahkan untuk kembali.
Kita tidak perlu berlari maraton. Kita hanya butuh satu langkah saja.
Apa Sih "Satu Langkah" Itu?
Bagi sebagian orang, kata "kembali" terdengar sangat berat. Seolah-olah kita harus langsung menjadi orang yang suci tanpa celah seketika itu juga. Padahal tidak begitu, Sahabat.
Satu langkah itu bisa berupa hal-hal kecil yang sangat sederhana:
- Satu bisikan doa yang jujur: Saat mencuci piring atau di atas motor saat lampu merah, katakan dalam hati, "Tuhan, maafkan aku yang sibuk, bimbing aku ya..."
- Satu sujud yang tenang: Tidak terburu-buru, nikmati momen ketika kening menyentuh sajadah.
- Satu helaan napas lega (Istighfar): Menyadari kesalahan dengan hati yang tulus dan berjanji untuk mencoba lebih baik lagi hari ini.
Seperti Kasih Sayang Ibu pada Anaknya
Sebagai orang tua, coba bayangkan anak kita bermain di luar rumah seharian sampai badannya kotor penuh lumpur. Saat sore hari ia pulang sambil menangis di depan pintu, apakah kita akan mengusirnya?
Tentu tidak, bukan? Kita akan langsung memeluknya, membersihkan tubuhnya yang kotor, dan menyuapinya makanan yang hangat.
Jika kita sebagai manusia saja bisa selembut itu, bayangkan betapa jauh lebih besarnya kasih sayang Tuhan kepada kita. Dia tidak pernah menutup pintu-Nya. Dia selalu menunggu kita "pulang", kapan saja, tanpa peduli seberapa kotor pakaian takdir yang sedang kita kenakan.
Yuk, Ambil Langkah Itu Sekarang!
Untuk adik-adik yang mungkin sedang stres belajar, Ibu-ibu yang lelah mengurus rumah tangga, atau siapa pun yang sedang merasa hampa:
Jangan biarkan rasa bersalah membuatmu makin menjauh.
Yuk, ambil satu langkah kecil itu hari ini. Cukup satu langkah niat baik di dalam hati, dan rasakan bagaimana ketenangan itu perlahan-lahan mengalir kembali ke dalam hidup kita.
Sebab bagi-Nya, kepulanganmu selalu ditunggu.
Bagaimana denganmu? Apa satu langkah kecil yang ingin kamu lakukan hari ini? Tulis di kolom komentar, ya! Mari kita saling mendoakan.