Pernah Merasa 'Planga-Plongo' Melihat Teman Sudah Lamaran?
Halo Ayah, Bunda, dan teman-teman semua. Pernah tidak sedang asyik scrolling media sosial, lalu tiba-tiba hati merasa 'jleb'? Melihat teman sekolah dulu sudah pamer foto lamaran, atau teman main masa kecil sudah menimang anak, sementara kita? Kita merasa masih begini-begini saja.
Dalam bahasa Jawa, ada istilah 'planga-plongo'. Itu adalah perasaan bingung, bengong, dan sedikit tidak percaya kalau umur kita sudah bertambah tapi pencapaian kita rasanya belum sejauh orang lain. Tenang, kamu tidak sendirian, kok!
Hidup Itu Perjalanan, Bukan Balapan
Seringkali kita merasa sedih karena kita menganggap hidup ini seperti lomba lari. Kalau ada yang sudah sampai garis 'pernikahan' lebih dulu, kita merasa kalah. Padahal, hidup itu lebih mirip seperti menanam bunga.
"Bunga mawar tidak mekar di waktu yang sama dengan bunga melati, tapi keduanya sama-sama indah saat waktunya tiba."
Ada orang yang diberi rezeki bertemu jodoh di usia 20-an, ada yang harus menata karier dulu sampai usia 30-an, dan ada juga yang fokus berbakti pada orang tua dulu. Semuanya tidak ada yang salah.
Mengapa Kita Merasa Insecure?
- Hanya Melihat 'Halaman Depan' Orang Lain: Di media sosial, orang hanya membagikan momen bahagianya saja. Kita tidak tahu perjuangan atau air mata di baliknya.
- Standar Lingkungan: Kadang, pertanyaan "Kapan nikah?" dari tetangga atau saudara bikin kita makin kepikiran. Padahal, mereka hanya bertanya, bukan berarti kita gagal.
- Lupa Bersyukur: Saat sibuk melihat apa yang orang lain punya, kita sering lupa menghargai apa yang sudah kita miliki sekarangβseperti kesehatan, pekerjaan, atau waktu luang bersama keluarga.
Pesan Hangat Untukmu
Untuk teman-teman yang sedang di fase ini, jangan terlalu keras pada diri sendiri, ya. Menjadi dewasa itu memang penuh kejutan. Gunakan waktu 'sendiri' ini untuk lebih menyayangi diri, belajar hal baru, dan menabung.
Dan untuk para orang tua, mari kita peluk anak-anak kita. Dukung mereka dengan doa, bukan dengan tekanan. Karena setiap anak punya waktunya masing-masing untuk bersinar.
Ingatlah: Kamu tidak tertinggal. Kamu hanya sedang berjalan di jalurmu sendiri yang unik.