cat posts/esuk-dhele-sore-tempe-rahasia-pepatah-ja.md

"Esuk Dhele, Sore Tempe": Rahasia Pepatah Jawa Tentang Si "Plin-Plan" yang Sering Bikin Kita Gemas

📅 03 September 2026, 21:15 WIB | 📂 Gaya Hidup & Budaya
#pepatah jawa #parenting #tips kehidupan #belajar bijak #filosofi
─────────────────────────────────────────────────

Pernah Ketemu Orang yang Pagi Bilang "A", Sore Sudah Berubah Jadi "B"?

Halo Ayah, Bunda, Adik-adik, dan Sahabat semua!

Pernah tidak, dalam kehidupan sehari-hari, kita bertemu dengan seseorang yang janjinya gampang sekali berubah? Misalnya, si kecil yang pagi hari semangat sekali ingin ikut les menggambar, tapi sore harinya tiba-tiba menangis menolak dan minta les berenang saja.

Atau mungkin, rekan kerja yang tadi pagi sepakat dengan rencana kita, lalu sore harinya tiba-tiba membatalkan semuanya tanpa alasan jelas.

Dalam masyarakat Jawa, ada satu pepatah yang sangat pas dan unik sekali untuk menggambarkan sifat suka berubah-ubah ini: "Esuk Dhele, Sore Tempe".

Mari kita bedah maknanya dengan santai sambil ditemani secangkir teh hangat!


Apa Sih Arti "Esuk Dhele, Sore Tempe"?

Secara harfiah, kalimat ini berarti:

"Pagi masih berupa kedelai (dhele), sorenya sudah berubah menjadi tempe."

Wah, terdengar ajaib ya? Padahal di dunia nyata, proses membuat tempe dari kacang kedelai itu butuh waktu berhari-hari untuk fermentasi. Tidak bisa instan dalam hitungan jam!

Nah, pepatah ini sebenarnya adalah sebuah sindiran jenaka.

Ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak konsisten, alias plin-plan. Hari ini berbicara begini, besok begitu. Saat mengambil keputusan atau berjanji, mereka sangat mudah melanggar perkataannya sendiri.


Kenapa Sifat Ini Perlu Kita Hindari?

Sebagai orang tua atau anak sekolah, konsistensi adalah kunci kepercayaan. Ketika kita sering menjadi "esuk dhele sore tempe", ada beberapa hal buruk yang bisa terjadi:

  1. Kehilangan Kepercayaan: Teman, pasangan, atau anak-anak akan sulit mempercayai perkataan kita lagi.
  2. Membingungkan Orang Lain: Anak-anak butuh aturan yang konsisten dari orang tua agar mereka merasa aman dan tahu batasannya.
  3. Mempersulit Diri Sendiri: Orang yang plin-plan biasanya susah maju karena selalu ragu-ragu dengan keputusannya sendiri.

Tips Praktis Agar Tidak Menjadi "Esuk Dhele, Sore Tempe"

Bagaimana caranya agar kita dan keluarga bisa belajar lebih konsisten? Yuk, coba tips sederhana ini:

  • Pikirkan Sebelum Berjanji: Jangan terburu-buru mengiyakan sesuatu jika kita belum yakin bisa menepatinya.
  • Tulis Keputusan Kita: Untuk anak sekolah, menulis jadwal belajar atau tugas kelompok di buku catatan bisa membantu melatih komitmen.
  • Belajar Berani Berkata "Tidak": Kadang, kita plin-plan karena tidak enak hati menolak orang lain. Belajarlah menolak dengan sopan sejak awal daripada berjanji lalu mengingkarinya.
  • Beri Contoh untuk Anak: Bunda dan Ayah bisa memberikan contoh nyata. Jika berjanji mengajak anak ke taman hari Minggu, usahakan sekuat tenaga untuk menepatinya.

Kesimpulan

Pepatah Jawa kuno ini mengajarkan kita sebuah nilai kehidupan yang sangat modern: pentingnya menjaga integritas dan ucapan.

Menjadi orang yang konsisten memang butuh latihan, tapi dampaknya luar biasa untuk keharmonisan keluarga dan hubungan pertemanan kita. Yuk, kita kurangi sifat "esuk dhele sore tempe" dan mulai jadi pribadi yang bisa dipegang omongannya!

Bagaimana dengan Sahabat? Punya cerita lucu atau gemas tentang si "plin-plan" di sekitar Anda? Bagikan di kolom komentar, ya!