Pernah gak sih, Bunda merasa harus beli tas baru hanya supaya gak minder saat datang ke acara arisan? Atau adik-adik di sekolah, pernah merasa 'harus' punya HP keluaran terbaru biar bisa diterima di geng pertemanan?
Tanpa kita sadari, kadang kita berada di dalam sebuah lingkaran yang membuat kita lelah lahir batin. Di dalam dunia psikologi, kondisi ini sering disebut sebagai lingkungan yang mabuk validasi.
Yuk, kita obrolin santai tentang apa sih sebenarnya lingkungan ini, dan kenapa kita harus berhati-hati agar tidak terjebak di dalamnya.
Apa Sih Lingkungan "Mabuk Validasi" Itu?
Sederhananya, ini adalah lingkungan di mana nilai atau harga diri seseorang hanya diukur dari apa yang terlihat di luar.
"Sebuah tempat di mana nilai kita diukur dari merek baju yang kita pakai, apa jabatan kita, atau berapa banyak jumlah pengikut kita di media sosial. Di sini, semua orang seperti sedang 'berakting' menjadi orang hebat."
Di lingkungan seperti ini, orang-orang tidak lagi melihat ketulusan hati, kebaikan, atau kejujuran. Yang mereka lihat hanyalah "kulit luar". Akhirnya, semua orang berlomba-lomba memakai "topeng" terbaiknya agar dipuji dan dianggap hebat.
Kenapa Lingkungan Ini Bisa Bikin Kita Lelah?
Saling menyapa dan memuji itu baik. Tapi, kalau motivasinya hanya untuk pamer dan mencari pengakuan, ini dia dampak buruk yang akan kita rasakan:
1. Muncul Rasa "Selalu Kurang"
Saat melihat tetangga beli mobil baru, kita panas. Saat melihat teman sekolah posting liburan mewah, kita sedih. Kita jadi lupa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki karena fokus kita selalu tertuju pada apa yang dimiliki orang lain.
2. Terjebak dalam Perlombaan Tanpa Garis Finish
Mengejar pengakuan orang lain itu seperti berlari di atas mesin treadmill. Kita berlari sekencang mungkin, keluar banyak keringat, tapi sebenarnya kita tidak berpindah ke mana-mana. Melelahkan dan tidak akan pernah ada ujungnya.
3. Menguras Dompet dan Pikiran
Demi gengsi, kita rela membeli barang-barang mahal yang sebenarnya tidak kita butuhkan, bahkan sampai berutang. Akhirnya, dompet menipis, pikiran pun jadi stres.
Cara Sederhana Menjaga Hati Agar Tetap Tenang
Uang bisa dicari, tapi ketenangan jiwa itu mahal harganya. Berikut beberapa tips sederhana untuk kita semua:
- Batasi Media Sosial: Ingat ya, apa yang tampil di media sosial itu biasanya hanya "bagian indahnya saja" (curated life). Jangan jadikan itu patokan kebahagiaan kita.
- Cari Sahabat yang Tulus: Temukan teman atau komunitas yang menyayangi kita apa adanya, bukan karena apa yang kita miliki. Tempat di mana kita bisa tertawa lepas meski hanya memakai daster atau kaos oblong biasa.
- Fokus pada Rasa Syukur: Setiap pagi, coba sebutkan 3 hal kecil yang membuat kita bersyukur hari ini. Misalnya: masih bisa sarapan bareng keluarga, atau tubuh yang sehat.
Ingat ya, Ayah, Ibu, dan Teman-teman semua...
Kita tidak perlu menjadi luar biasa di mata semua orang hanya untuk merasa berharga. Menjadi diri sendiri yang jujur, sederhana, dan penuh kasih sayang itu sudah lebih dari cukup.
Yuk, peluk diri sendiri hari ini dan katakan: "Aku berharga, apa adanya."