Assalamualaikum, Ayah, Bunda, dan Teman-Teman Semua!
Pernahkah saat sedang asyik scrolling media sosial seperti TikTok, YouTube Shorts, atau grup WhatsApp keluarga, tiba-tiba muncul sebuah postingan yang isinya sangat menyentuh hati, tapi juga bikin penasaran?
Salah satu yang sering lewat adalah gambar atau video dengan tulisan seperti ini:
"Tanggal 8 Juni adalah hari wafatnya Nabi Muhammad SAW. Rasulullah pernah bersabda: 'Barang siapa yang menyampaikan wafatku, maka dia selamat dari dhukon (dukhon/asap akhir zaman) dan tanpa hisab.'"
Sepintas, pesannya terdengar sangat mulia, ya? Sebagai umat yang cinta kepada Rasulullah, rasanya jari ini langsung gatal ingin menekan tombol share ke semua kontak kita. Harapannya tentu ingin dapat pahala dan menyelamatkan keluarga dari huru-hara akhir zaman.
Tapi, tunggu dulu, Bun, Kak... Sebelum kita klik tombol 'Bagikan', yuk kita duduk santai sejenak, ditemani teh hangat, untuk menyelisik kebenaran pesan ini bersama-sama.
1. Benarkah Rasulullah Wafat Tanggal 8 Juni?
Mari kita buka lembaran sejarah Islam (tarikh) dengan bahasa yang paling mudah.
Para ulama sejarah sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Jika dikonversikan ke kalender Masehi (kalender yang kita gunakan sehari-hari), tanggal tersebut memang bertepatan dengan sekitar tanggal 8 Juni 632 Masehi.
Jadi, untuk urusan tanggal masehi-nya, informasi ini memiliki dasar sejarah. Namun, umat Islam biasanya memperingati momen-momen penting menggunakan kalender Hijriah, yaitu tanggal 12 Rabiul Awal.
2. Benarkah Ada Hadits "Siapa yang Menyebarkan Kabar Ini Akan Masuk Surga Tanpa Hisab"?
Nah, di sinilah kita harus sangat berhati-hati.
Kalimat yang berbunyi: "Barang siapa yang menyampaikan wafatku, maka dia selamat dari dukhon dan tanpa hisab" tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam ilmu agama, pesan seperti ini disebut sebagai Hadits Palsu (Maudhu').
Para ulama hadits dari berbagai lembaga fatwa resmi telah menegaskan bahwa tidak ada satu pun kitab hadits sahih (seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, dll) yang mencatat kalimat tersebut. Ini adalah karangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Ingat rumusnya: Berbohong atas nama Nabi Muhammad SAW adalah hal yang sangat dilarang dalam Islam. Rasulullah pernah bersabda bahwa barangsiapa yang sengaja berdusta atas namanya, maka ia sedang memesan tempat di neraka. Hiiy, seram sekali ya, Bun?
3. Kenapa Pesan Seperti Ini Sering Viral?
Di zaman internet sekarang, ada istilah bernama clickbait atau pencari interaksi. Pembuat konten biasanya memanfaatkan rasa cinta kita yang besar kepada Rasulullah untuk:
- Mendapatkan banyak likes, shares, dan views.
- Membuat akun mereka ramai pengunjung.
Mereka tahu, orang Indonesia itu baik-baik dan sangat agamis. Begitu melihat nama "Nabi Muhammad", kita cenderung langsung percaya tanpa sempat menyaringnya terlebih dahulu.
4. Tips Menjadi "Keluarga Pintar" di Era Digital
Bunda dan Ayah bisa mengajarkan cara sederhana ini kepada anak-anak di rumah agar kita tidak mudah termakan berita palsu (hoax) bertema agama:
- Saring Sebelum Sharing (Tabayyun): Jika menerima hadits yang menjanjikan pahala sangat besar atau ancaman sangat ngeri hanya dengan modal "share pesan", selalu curigai dulu. Tanyakan kepada guru mengaji, ustadz di lingkungan rumah, atau cari di situs web keislaman yang terpercaya.
- Cinta Nabi dengan Sunnah, Bukan Forward Pesan: Bukti cinta kita kepada Rasulullah bukan diukur dari seberapa banyak kita menyebarkan pesan berantai, melainkan dari seberapa rajin kita meniru akhlak mulia beliau. Seperti tersenyum kepada tetangga, berkata jujur, menghormati orang tua, dan rajin membaca sholawat.
Kesimpulan
Menyebarkan informasi tentang wafatnya Rasulullah memang bisa menambah pengetahuan sejarah kita. Namun, menyebarkannya dengan bumbu-bumbu "janji masuk surga tanpa hisab" seperti gambar di atas adalah salah dan dilarang, karena menyebarkan hadits palsu.
Yuk, mulai hari ini, kita jaga jempol kita agar hanya menyebarkan kebaikan yang sudah pasti kebenarannya.
Semoga kita sekeluarga selalu dilindungi dari fitnah dan bisa berkumpul bersama Rasulullah di surga kelak. Amin ya Rabbal 'Alamin.
Sampai jumpa di artikel edukasi santai berikutnya! Share artikel ini ke grup WhatsApp keluarga yuk, biar makin banyak yang paham!