Pernahkah Ayah, Bunda, atau teman-teman semua merasa lelah ketika sedang menunggu sebuah doa dikabulkan?
Di tengah malam, saat rumah sudah sepi, atau di sela-sela kesibukan menyiapkan sarapan dan tugas sekolah, kadang terselip tanya di dalam hati: "Ya Allah, apakah doa-doaku yang sederhana ini benar-benar didengar?"
Wajar sekali jika perasaan itu muncul. Kita ini manusia biasa yang sering kali tidak sabar dan mudah cemas. Namun, tahukah Anda? Sebenarnya Allah sudah memberikan jawaban yang sangat menenangkan, langsung di dalam sholat kita.
Bahkan, jawaban ini kita ucapkan sendiri, minimal 17 kali dalam sehari!
Pesan Cinta yang Sering Kita Lewatkan
Coba kita ingat-ingat kembali gerakan sholat kita. Setelah melakukan gerakan ruku' (membungkuk), kita akan bangkit berdiri tegak yang disebut dengan gerakan I'tidal.
Saat bangkit berdiri itulah, lisan kita mengucap sebuah kalimat indah:
"Sami'allahu Liman Hamidah"
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Kalimat ini bukan sekadar bacaan transisi gerakan sholat biasa. Ini adalah sebuah janji dan jaminan langsung dari Allah untuk meredakan segala kecemasan kita.
"Bagaimana mungkin aku takut doaku tidak dikabulkan, sedangkan Allah sendiri yang meyakinkanku lewat sholat bahwa Dia selalu mendengar?"
Mengapa Kalimat Ini Begitu Spesial?
Mari kita sederhanakan lewat cerita sehari-hari:
Bayangkan seorang anak kecil yang sedang belajar menggambar. Dengan bangga ia menunjukkan gambarnya yang masih coret-coretan kepada ibunya. Sang ibu, karena rasa sayangnya, langsung menghentikan pekerjaannya, menatap anaknya, tersenyum lebar, dan mendengarkan dengan antusias cerita si anak tentang gambarnya.
Jika seorang ibu manusia yang penuh keterbatasan saja bisa begitu mendengarkan anaknya, bagaimana dengan Allah?
Saat kita mengucapkan "Sami'allahu Liman Hamidah", Allah seolah sedang membisikkan pesan hangat ke dalam hati kita:
- "Aku di sini. Aku mendengar setiap pujianmu."
- "Aku tahu kamu sedang lelah."
- "Aku mendengar bisikan hatimu, bahkan sebelum kamu sempat merangkai kata-katanya."
Logikanya sangat sederhana: Jika pujian kita saja didengar oleh-Nya, masakan doa, keluh kesah, dan air mata kita diabaikan begitu saja? Tentu tidak mungkin, bukan?
Tips Menghadirkan Rasa Tenang Saat Sholat
Supaya sholat kita tidak sekadar menjadi gerakan olahraga yang hambar, yuk kita coba tips sederhana ini mulai sholat berikutnya:
- Perlambat Gerakan Saat Bangkit dari Ruku' Jangan terburu-buru sujud. Berdirilah dengan tegak dan tenang (tuma'ninah).
- Resapi Artinya Saat melafalkan Sami'allahu Liman Hamidah, bayangkan Allah sedang menatap kita dengan penuh kasih sayang dan sedang mendengarkan kita secara langsung.
- Lanjutkan dengan Pujian Terbaik Setelah berdiri tegak, sambung dengan rasa syukur yang tulus: "Robbana lakal hamdu..." (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji).
Kesimpulan
Jadi, buat Ibu rumah tangga yang sedang lelah mengurus rumah, buat para Ayah yang sedang berjuang mencari nafkah, dan buat adik-adik sekolah yang sedang cemas menghadapi ujian: Tenanglah.
Doamu tidak pernah hilang di langit. Doamu sedang didengar, sedang disimpan, dan akan dijawab di waktu yang paling indah menurut pilihan-Nya. Sebab, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yang Maha Mendengar.
Selamat menunaikan sholat dengan hati yang lebih tenang ya! 💕