Pernahkah kamu merasa kepala begitu penuh, padahal kamu hanya sedang duduk diam?
Bagi Ibu rumah tangga, mungkin pikirannya melayang ke jemuran yang belum kering, menu makan malam, hingga biaya sekolah anak. Bagi adik-adik sekolah, mungkin cemas memikirkan ujian besok atau masa depan setelah lulus nanti.
Rasanya seperti ada "komidi putar" di dalam kepala kita yang berputar terus tanpa henti. Fenomena ini sering kita sebut dengan overthinking atau terlalu banyak berpikir.
Beberapa waktu lalu, saya melihat sebuah kalimat indah yang sangat menenangkan hati:
"Kurangi overthinking, perbanyak istirahat.. Ini hanya dunia, jalani saja pelan tanpa harus mengorbankan ketenangan jiwamu."
Mari kita bedah bersama-sama dengan bahasa yang santai, mengapa kalimat ini sangat penting untuk kesehatan jiwa kita.
Apa Sih yang Terjadi Saat Kita "Overthinking"?
Bayangkan otak kita seperti sebuah handphone. Jika kita membuka terlalu banyak aplikasi sekaligusβWhatsApp, Instagram, game, YouTubeβapa yang terjadi? Handphone akan menjadi panas dan baterainya cepat habis, bukan?
Begitu juga dengan pikiran kita. Saat kita memikirkan semua hal dalam satu waktuβhal yang belum tentu terjadi pula!βenergi kita akan terkuras habis. Akibatnya, kita merasa lelah secara fisik, padahal kita tidak sedang melakukan aktivitas berat.
Mengapa Kita Perlu "Pelan-Pelan"?
Hidup ini bukan perlombaan lari cepat (sprint), melainkan jalan santai yang panjang. Kita sering kali terburu-buru ingin menyelesaikan segalanya hari ini juga.
- Untuk Ibu-Ibu di rumah: Tidak apa-apa jika hari ini rumah agak berantakan. Mainan anak yang berserakan bukan tanda kegagalan kita sebagai orang tua.
- Untuk anak sekolah: Berusahalah yang terbaik, tapi ingat bahwa satu nilai jelek tidak akan menghancurkan masa depanmu.
Menjalani hidup dengan "pelan" bukan berarti kita menjadi malas. Menjalani hidup dengan pelan berarti kita memberikan ruang bagi diri sendiri untuk bernapas, menikmati teh hangat di sore hari, atau sekadar mendengarkan tawa anak-anak kita tanpa diganggu pikiran cemas.
3 Cara Sederhana Mengurangi Overthinking Mulai Hari Ini
Tidak perlu cara yang rumit, yuk coba tiga langkah kecil ini:
1. Batasi "Aplikasi" di Kepalamu (Fokus pada Hari Ini)
Saat kecemasan mulai datang, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah hal yang saya cemaskan ini bisa saya selesaikan dalam 5 menit ke depan?" Jika tidak, lipat pikiran itu dan simpan untuk besok. Fokuslah pada apa yang sedang kamu lakukan sekarang.
2. Perbanyak Istirahat (Bukan Cuma Tidur)
Istirahat bukan hanya tentang memejamkan mata. Istirahat juga berarti menjauhkan diri sejenak dari layar HP, berjalan-jalan di halaman rumah, atau sekadar mengobrol santai dengan keluarga tanpa membahas hal-hal yang berat.
3. Ingat: "Ini Hanya Dunia"
Kalimat ini adalah pengingat terbaik. Masalah yang kita hadapi hari ini terasa sangat besar karena kita melihatnya terlalu dekat. Coba mundurlah selangkah. Di dunia ini, tidak ada yang abadi, termasuk masalah kita. Semua pasti ada jalan keluarnya.
Ketenangan Jiwamu Adalah Harta Terbesar
Ibu yang bahagia akan melahirkan rumah tangga yang hangat. Anak yang tenang akan belajar dengan lebih maksimal.
Jadi, mulailah hari ini dengan menarik napas dalam-dalam, lalu embuskan perlahan. Bisikkan pada diri sendiri: "Semua akan baik-baik saja. Mari kita jalani hari ini pelan-pelan."
Semoga hari-harimu penuh ketenangan ya!