Halo, Ayah, Bunda, dan Teman-teman Semua!
Pernahkah Anda merasa sangat lelah karena ingin segala sesuatunya berjalan sempurna? Ingin rumah selalu rapi tanpa sehelai rambut pun di lantai, ingin nilai anak selalu 100, atau ingin semua orang di sekitar kita bersikap tanpa cela?
Ada sebuah kalimat bijak yang sangat dalam maknanya, seperti yang terlihat pada gambar di atas:
"Air yang terlalu jernih biasanya tidak memiliki ikan."
Sekilas terdengar aneh, ya? Bukankah air jernih itu bagus? Mari kita duduk santai sejenak sambil menyeruput teh, dan kita bedah maknanya dengan bahasa yang sederhana.
Mengapa Ikan Tak Betah di Air yang Terlalu Jernih?
Secara alami, ikan membutuhkan sedikit "kotoran" atau lumut untuk sumber makanan dan tempat berlindung. Jika air terlalu bersih (seperti air suling di laboratorium), ikan justru tidak bisa bertahan hidup.
Begitu juga dengan hidup kita. Jika kita terlalu kaku menuntut kesempurnaanβbaik pada diri sendiri maupun orang lainβjustru keadaan akan terasa sepi dan hampa.
Apa Pelajarannya untuk Kita?
1. Untuk Bunda di Rumah Rumah yang sedikit berantakan karena mainan anak-anak adalah tanda bahwa ada kehidupan dan keceriaan di sana. Jangan habiskan energi hanya untuk marah karena rumah tak sebersih museum. Sedikit "kekacauan" adalah bumbu kebahagiaan.
2. Untuk Orang Tua dan Anak Sekolah Menuntut nilai sempurna setiap saat bisa membuat anak merasa tertekan dan takut mencoba hal baru. Ingatlah, proses belajar itu butuh ruang untuk salah. Dari kesalahan itulah kita tumbuh.
3. Dalam Berteman dan Bermasyarakat Jika kita mencari teman yang 100% tanpa cela, maka kita tidak akan pernah punya teman. Setiap orang punya kekurangan. Justru karena adanya perbedaan dan kekurangan itulah, kita bisa saling melengkapi dan membantu.
Menjadi Sosok yang Hangat
Orang yang terlalu kaku dan terlalu kritis (ingin segalanya "jernih" tanpa noda) cenderung dijauhi orang lain. Sebaliknya, orang yang memiliki toleransi, mau memaafkan kesalahan kecil, dan menerima kekurangan orang lain, akan menjadi magnet bagi orang-orang di sekitarnya.
Ibarat kolam yang subur, ia tidak harus bening kristal, tapi ia cukup nyaman untuk ditinggali banyak ikan yang berenang bahagia.
Kesimpulan
Jadi, mulai hari ini, yuk kita belajar untuk sedikit lebih rileks. Tidak apa-apa jika hari ini rencana tidak berjalan sempurna. Tidak apa-apa jika ada sedikit kesalahan.
Terimalah kekurangan diri sendiri dan orang lain dengan lapang dada. Karena di balik ketidaksempurnaan itulah, kehidupan yang penuh warna dan kehangatan bisa tumbuh subur.
Semoga tulisan singkat ini bisa memeluk hati Ayah dan Bunda hari ini. Tetap semangat, ya!