Halo Ayah, Bunda, dan teman-teman semua! Pernahkah kalian memperhatikan tanaman padi di sawah? Semakin bulirnya berisi dan berat, ia akan semakin merunduk ke bawah. Ternyata, manusia juga begitu, lho.
Ada sebuah ungkapan indah yang mengatakan:
"Semakin wadah terisi banyak ilmu, maka pribadi seseorang tersebut akan semakin banyak diam."
Kenapa ya bisa begitu? Mari kita obrolkan santai di sini.
1. Diam Bukan Berarti Tidak Tahu
Seringkali kita mengira orang yang diam itu kuper atau tidak tahu apa-apa. Padahal, seringnya justru sebaliknya. Orang yang 'isinya penuh' biasanya tidak merasa perlu lagi pamer atau berteriak untuk membuktikan kepintarannya.
Ibarat botol air, kalau isinya cuma sedikit dan dikocok, bunyinya berisik sekali (klotak-klotak). Tapi kalau botolnya penuh, saat digoyangkan ia akan tenang dan tidak bersuara. Begitulah ketenangan hati orang yang berilmu.
2. Diamnya Adalah Sedang 'Membaca' Keadaan
Dalam gambar yang kita lihat tadi, disebutkan bahwa diamnya orang berilmu itu sebenarnya sedang mengkaji. Apa yang mereka kaji? Mereka melihat kehidupan dengan kacamata yang lebih jernih. Mereka jadi paham tentang:
- Sebab dan Akibat: Mereka melihat seseorang tertimpa masalah dan menyadari, "Oh, mungkin ini sedang memetik buah dari perbuatan masa lalu (karma)."
- Ujian Hidup: Mereka paham kenapa seseorang belum bertemu jodoh atau rezekinya, tanpa perlu menghakimi.
- Kejujuran: Mereka bisa merasakan mana orang yang tulus bekerja dan mana yang sekadar mengejar pangkat dengan cara-cara yang kurang baik.
- Hak Orang Lain: Mereka jadi lebih peka untuk tidak mengambil apa yang bukan miliknya.
3. Menjadi 'Wadah' yang Lebih Baik
Untuk adik-adik yang masih sekolah atau kita para orang tua, mari kita belajar untuk menjadi wadah yang luas. Ilmu itu bukan cuma soal nilai di raport atau gelar di belakang nama, tapi soal bagaimana kita bersikap.
Orang yang benar-benar berilmu akan lebih sibuk memperbaiki diri sendiri daripada sibuk mengomentari hidup orang lain. Mereka lebih suka mendengarkan daripada didengarkan.
Pesan Hangat untuk Hari Ini:
Jangan takut untuk diam sejenak. Saat kita diam, kita sebenarnya sedang memberi ruang bagi hati dan otak kita untuk belajar hal-hal baru yang tidak bisa didengar oleh telinga. Yuk, kita kurangi bicara yang tidak perlu dan perbanyak 'mengisi wadah' kita dengan kebaikan.
Semoga hari ini kita semua menjadi pribadi yang lebih bijak ya, Bunda dan Ayah!