Desember 8, 2017 8:43 am
Home / Blog Galih / contoh sistem pendidikan dalam sekolah

contoh sistem pendidikan dalam sekolah

A. Latar Belakang
Dewasa ini persaingan antara sumber daya manusia semakin hari semakin terasa sangat ketat, hal ini tidak terlepas dari perkembangan dunia yang menuntut tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas.
Kualitas sumber daya manusia salah satunya ditentukan oleh berapa lama manusia tersebut mengenyam pendidikan formal maupun pendidikan non formal, sebab melalui pendidikan manusia akan menjadi tahu apa yang mereka belum mereka ketahui.
Jenjang pendidikan di negara kita sudah sangat memadai mulai dari sekolah dasar sampai keperguruan tinggi, tinggal bagaimana para peserta didik bersedia mengikuti serta mentaati semua kurikulum yang ada pada lembaga pendidikan, setelah para peserta didik bersedia untuk dididik dan dibina maka kesiapan lembaga pendidikanlah yang pada akhirnya menentukan kualitas peserta didiknya setelah mereka selesai mengenyam pendidikan pada lembaganya masing-masing.
Persaingan antara lembaga pendidikan kian hari kian kuat saja, hal ini memaksa sekolah-sekolah yang ada berlomba-lomba menawarkan pelayanan terbaik bagi calon peserta didiknya.
Sejalan dengan perkembangan dunia teknologi setiap sekolah dituntut untuk memasukkan sistem khususnya sistem informasi sebagai bagian dari pengelolaan manajemen di sekolah, dengan masuknya sistem informasi ke dalam sekolah diharapkan lulusannya kelak memiliki keterampilan lain disamping pengetahuan-pengetahuan inti yang mereka dapatkan selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Masuknya sistem informasi pada setiap sekolah juga dapat meningkatkan daya saing sekolah bersangkutan dengan sekolah lain, dengan adanya sistem informasi segala informasi yang berkaitan dengan sekolah akan mudah dan cepat diakses bagi mereka yang membutuhkan khususnya calon peserta didik baru.
Sistem informasi untuk pendidikan sangat diperlukan untuk mengefektifkan dan mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga siswa mampu meningkatkan prestasinya.
Berdasarkan pemaparan di atas kami akan membahas tentang penyusunan sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah dan melalui makalah ini diharapkan akan dihasilkan suatu kajian tentang penyusunan sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian Sistem Informasi Pendidikan untuk sekolah?
2. Apa komponen sistem informasi dalam sekolah?
3. Bagaimana langkah menyusun sistem informasi pendidikan untuk sekolah?
4. Apa saja contoh sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah?
5. Apa saja kendala dalam penyusunan sistem informasi pendidikan di sekolah?
6. Apakah manfaat sistem informasi pendidikan untuk sekolah?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian Sistem Informasi Pendidikan untuk sekolah.
2. Mengetahui komponen sistem informasi dalam sekolah.
3. Mengetahui langkah menyusun sistem informasi pendidikan untuk sekolah.
4. Mengetahui contoh sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah.
5. Mengetahui kendala dalam penyusunan sistem informasi pendidikan di sekolah.
6. Mengetahui manfaat sistem informasi pendidikan untuk sekolah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Beberapa pengertian sistem informasi menurut Wikipedia Indonesia, 2010 adalah:
1. Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan
2. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.1
Dari sumber lain, ada beberapa pengertian sistem informasi, yaitu:
1. Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.2
2. Menurut Lani Sidharta, sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen-komponen manual dan komponen-komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi.3
3. Menurut Gelinas, sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakainya.4
Dalam buku Sistem Informasi Pendidikan yang ditulis oleh Hamid Al Jufri dikatakan bahwa sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah, dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau perlengkapan sistem lainnya.

Sistem informasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan pihak lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.5

Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal.6

Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dalam proses mendidik atau membimbing dari guru kepada peserta didik.

B. Komponen Sistem Informasi dalam Sekolah
Sistem informasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer atau lebih dikenal dengan computer based information system (CBIS).7
Komponen-komponen Sistem informasi berbasis komputer terdiri dari sumber daya-sumber daya sebagai berikut:
1. Manusia
Manusia mengambil peranan penting dalam sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi.
2. Hardware
Hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dll.
3. Software
Software adalah semua rangkaian perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya sekedar program saja, tetapi juga berupa prosedur.
4. Data
Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan yang nyata, data merupakan material atau bahan baku ynag belum mempunyai makna atau belum berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermakna.
5. Jaringan
Jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan computer, pemroses komunikasi dan peralatan lainnya, sumber daya jaringan dapat berupa kabel, satelit, dan dukungan jaringan seperti modem, software pengendali dll.
Kelima komponen tersebut digunakan oleh sistem informasi untuk menjalankan aktivitas input, pemrosesan, output, penyimpanan dan pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi produk informasi.8
Komponen sistem informasi dapat digambarkan sebagai berikut.

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa komponen sistem informasi dalam sekolah diantaranya yaitu sumber daya manusia (kepala sekolah, Guru, karyawan, dan peserta didik), sumber daya software (program), sumber daya hardware (mesin dan media), sumber daya jaringan (dukungan jaringan), dan sumber daya data (dasar data dan pengetahuan).9
Komponen-komponen di atas bersenergi melakukan aktivitas sistem, yaitu menginput sumber daya data, memproses data, dan menghasilkan output produk informasi sehingga informasi dalam sekolah dapat diterima dengan baik oleh warga sekolah, khususnya siswa.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa komponen sistem informasi pendidikan untuk sekolah terdiri dari manusia sebagai operator dan fasilitas teknologi (komputer) yang dihubungkan dalam suatu jaringan kerja yang efektif untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah .
C. Langkah penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Tahap-tahap untuk menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah sebagai berikut.
1. Tahap masukan
Langkah yang pertama dilakukan adalah pengumpulan data. Pengumpulan data dimulai dengan penangkapan data (data capture), data ditarik ke dalam sistem, langkah selanjutnya adalah mencatat data (recorder) pada formulir-formulir yang disebut sebagai sumber dokumen. Data kemudian diklasifikasikan untuk dimasukkan dalam kategori-kategori yang telah ditentukan. Selanjutnya data dapat ditransmisikan/dipindahkan dari titik tangkapan ke titik pemrosesan.
2. Tahap pemrosesan atau pengolahan
Data yang sudah dikumpulkan kemudian diproses melalui tahap-tahap validasi dan diklasifikasikan menurut bagian-bagiannya masing-masing, selanjutnya diproses oleh manusia sebagai pengguna teknologi. Data yang telah diproses kemudian disimpan, data dapat disimpan secara permanen/sementara untuk menunggu proses selanjutnya.
3. Tahap keluaran
Tahap yang terakhir adalah tahap keluaran yaitu menyediakan informasi ke pengguna. Informasi yang telah diolah kemudian menghasilkan data yang dapat diserap atau disajikan kepada semua pihak yang berkepentingan, dalam hal ini yaitu oleh siswa untuk tujuan pendidikan.10

D. Contoh SI untuk Pendidikan untuk Sekolah
Contoh aplikasi penggunaan sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah diantaranya adalah:
1. E-Education
E-Education merupakan salah satu pembelajaran on-line yang menggunakan internet untuk menyampaikan bahan ajar kepada siswa yang dipisahkan oleh waktu atau jarak, atau keduanya (Dempsey & Eck, 2002). Medium yang digunakan adalah sistem komunikasi jaringan. E-Education merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik internet. Contoh dari E-Education adalah E-Library, E-News, Chatting, dll.
2. E-Learning
Kegiatan E-Learing adalah mengunjungi berbagai situs dalam rangka update pengetahuan.
Bagaimana seseorang dapat mencari dan menemukan informasi yang diperlukan dari sedemikian banyak sumber informasi dengan cara tepat yakni efektif dan efisien merupakan inti dari E-Learning.11
3. E-Qari
E-Qari ialah Sistem Pembelajaran Quran Interaktif dimana siswa tidak lagi perlu menghadiri kelas untuk belajar Al-Quran, walaupun begitu siswa masih dapat bimbingan dan petunjuk dari guru secara online.
E-Qari merupakan satu kaedah belajar Al-Quran mulai dari mengenal huruf hijaiah (alif, ba, ta) sampai dengan dapat menguasai Al-Quran berdasarkan kaedah Qari.12
4. Virtual gamelan
Virtual gamelan adalah program yang berisikan komponen-komponen gamelan yang dapat dimainkan seperti memainkan gamelan asli, program ini menggunakan bantuan komputer.
Permainan gamelan yang biasanya menggunakan alat musik gamelan yang berbentuk besar dan membutuhkan ruangan luas dapat dipindahkan ke program Flash Macromedia berukuran 3,5 Megabyte.
Program virtual gamelan itu bisa dibawa ke mana saja dengan menyimpannya dalam kartu memori, seperti di USB flash disc yang ukurannya sangat kecil. siswa tidak perlu repot membawa seperangkat gamelan untuk memainkan karawitan.
Program ini dapat menolong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan mereka membangun kerja sama. Terlebih, program virtual gamelan itu berbasis komputer yang digandrungi para remaja.13

Fasilitas di Internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran adalah:
1. Pembelajaran synchronous
a. Tele conference
adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui internet di mana pembelajar berkumpul pada suatu tempat dan instruktur berada pada tempat yang terpisah dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio.
b. Netmeeting
Netmeeting hampir menyerupai tele conference, pembelajar juga dipisahkan oleh tempat, dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio.
c. Chatting
kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas chat-room, di mana instruktur dan pembelajar terhubung melalui internet pada waktu yang bersamaan, dan komunikasi dilakukan secara tertulis.
2. Pembelajaran asynchronous
a. Email
Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan peserta didik.
b. Message board
Pembelajaran dilakukan secara tertulis melalui fasilitas papan pesan.
c. Mailing list
Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan peserta didik, dimana seluruhnya tergabung dalam kelompok mailing list.
d. WWW
adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui berbagai situs yang terdapat di internet.14

E. Kendala dalam penyusunan Sistem Informasi Pendidikan untuk Sekolah
Ada beberapa kendala dalam penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya:
1. Masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah.
2. Masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan teknologi informasi.
3. Belum adanya aturan yang jelas dari pemerintah.
4. Etika dan moralitas masih belum mendapat tempat yang memadai.
5. Sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif.15

F. Manfaat Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Beberapa manfaat dari adanya sistem informasi pendidikan di sekolah antara lain:
1. Keberadaan teknologi informasi dirasakan sangat perlu dan sangat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
2. Dengan adanya sistem infomasi berbasis komputer juga akan meningkatkan daya saing sekolah juga dapat meningkatkan pelayanan bagi para peserta didik di lingkungan sekolah bersangkutan.16
3. Dapat memberikan contoh langsung salah satu penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menyederhanakan dan mempermudah kegiatan belajar mengajar di sekolah.
5. Mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah.17
6. Tujuan dari sistem informasi adalah agar pengelolaan data dan informasi sebuah organisasi dapat menyeluruh, terintegrasi, terpadu dan menghasilkan informasi cepat dan akurat.18
7. Para siswa yang ingin mendapatkan ilmu tak harus bertatap muka dengan pengajar, cukup dengan mengakses internet, maka kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan meskipun tidak 100% menggantikan sistem konvensional. Para siswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan bantuan komputer yang dilengkapi dengan fasilitas multimedia.19

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan pada bab pembahasan di atas, maka penyusun menyimpulkan sebagai berikut:
1. Sistem informasi pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat untuk sekolah.
2. Komponen sistem informasi pendidikan dalam sekolah diantaranya yaitu sumber daya manusia (kepala sekolah, Guru, karyawan, dan peserta didik), sumber daya software, sumber daya hardware, sumber daya jaringan, dan sumber daya data (dasar data dan pengetahuan).
3. Tahap-tahap untuk menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah tahap masukan, tahap pengolahan dan tahap keluaran.
4. Contoh aplikasi penggunaan sistem informasi untuk pendidikan diantaranya: E-Education, E-Learning, E-Qari, dan Virtual gamelan.
5. Kendala dalam penyusunan Sistem Informasi Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya adalah masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah, masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan teknologi informasi, sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif, dll.
6. Manfaat dari adanya sistem informasi pendidikan di sekolah antara lain membantu dalam pelaksanaan manajerial sekolah, menyederhanakan dan mempermudah administrasi sekolah, mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah, dll.

B. Saran
Kita sebagai calon pendidik harus terus belajar, menambah pengetahuan dan wawasan mengenai teknologi informasi agar dapat menjadi operator sistem informasi pendidikan yang berkualitas.

source : di ambil dari berbagai sumber
semoga bermanfaat,Correct Me If I am Wrong
jangan lupa jika ada saran atau kritik silahkan kirim email ke admin@galih.us

About bloggalih

Sebuah Blog Galih yang di tulis oleh Galihrezah yang di rangkum dengan sesimple mungkin namun di balut dengan nuansa islami

Check Also

Manfaat Singkong

Bagi sebagian besar masyarakat terutama diperkotaan, komoditi ini digunakan sebagai bahan pembuatan kue atau makanan …

2 comments

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: